Artikel

Dari mata turun ke hati, inilah alasan kenapa iklan tetap harus ada visual identity

2 min read

Toples Nutrisari dibelah jadi jeruk? Piring bersih kesat setelah dicuci , dicolek berdecit? Iklan Dana latarnya kota yang semuanya punya palet berwarna biru? Itu semua adalah contoh dari visual identity dari brand yang diterapkan dalam iklan.


Tapi kenapa visual identity brand perlu diterapkan dalam iklan? 


Berikut adalah penjelasannya.


Apa yang biasanya dilakukan brand saat membuat iklan?


Sebuah pertanyaan sederhana, yang bisa kita uraikan ke dalam beberapa poin seperti, Memasarkan Produk atau Jasa, Menghasilkan Penjualan, dan yang terakhir adalah membangun citra dan awareness.


Nah, untuk membangun citra dan awareness, dibutuhkan sebuah komunikasi.


Komunikasi ini dapat berupa verbal yang meliputi tagline, dialog, sampai jingle.


Tapi, selain komunikasi verbal, banyak juga unsur non verbal yang mendukung sebuah iklan mencapai tujuannya.


Sebut saja warna, tone & manner, grafis, hingga gesture.


Meski begitu, sering kali memang komunikasi non verbal pada iklan ini kalah pamor dari komunikasi verbal. Bahkan, hanya dianggap gimik.


Padahal semuanya bekerja dalam satu kesatuan sebagai metode komunikasi.


Apa itu visual identity?


Visual identity adalah kumpulan elemen visual yang berfungsi untuk mewakili dan membedakan sebuah brand.


Spesifiknya, hal ini mengacu pada komponen yang terlihat seperti logo atau warna brand yang membantu pelanggan mengidentifikasi sebuah  brand. 


Menerapkan visual identity pada iklan


Lalu, bagaimana caranya kamu menerapkan visual identity dari brand milikmu ke dalam iklan?


Inti dari semuanya adalah memahami esensi dari brand identity mu, apa yang paling ingin kamu tunjukkan dari brand milikmu.


Contohnya, pada iklan sabun cuci piring, Sunlight yang ingin membangun citra bahwa dengan Sunlight kamu bisa membuat piringmu sangat bersih. 


Identitas ini coba ditanamkan kepada publik dengan membuat iklan yang selalu berakhir sama, piring dicolek sampai berdecit, melambangkan piringnya bersih keset sesuai taglinenya.


Cara piringnya dicolek juga kalau diperhatikan, membuat simbol checklist. Yang memperkuat identitas yang coba ditanamkan.


Contoh lain adalah iklan legendaris dari Nutrisari, yang selalu menunjukkan Nutrisari dibelah jadi jeruk, dan maskot jeruk yang selalu ingin minum Nutrisari sampai ada tagline jeruk kok minum jeruk?


2 adegan ini selalu ada, untuk menunjukkan brand identity nutrisari sebagai minuman rasa jeruk yang jeruk banget.


Penerapan berulang dari adegan iconiK ini yang membuat keduanya menjadi visual identity dari masing-masing brand. 


Selain itu tentu juga dengan menggunakan elemen grafis yang sudah ada seperti warna, font dan desain pada iklan untuk menanamkan visual identity lebih dalam pada audiens.


Pembahasan saya tentang visual identity pada iklan.


Apakah kamu tertarik menerapkan visual identity pada iklan produk usaha atau bisnismu? Klik button di bawah dan #JalanBareng Skena.


Terima kasih dan terus #GreatUpgrade.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *