BRIN Bersama Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Kreatif Berdiskusi tentang Peningkatan Branding Pada Waterfront City

Rabu, 16 November – FGD “Strategi Penguatan Potensi DKV Dalam Peningkatan Branding Waterfront City : Studi Kasus di Makassar dan Surabaya.”


merupakan kegiatan dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa dan Perdagangan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Rumah Program Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Blue and Green Economy.


Kegiatan ini bertempat di Ruang Rapat Senat LT.2 Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar. FGD dimulai pada jam 8.30 – 16.00 WITA.


FGD sendiri dihadiri oleh beberapa narasumber.


Diantaranya 6 orang dari BRIN, 4 orang dari Bappeda, Dinas Tata Ruang dan Dinas Pariwisata Kota Makassar, 2 orang akademisi dan saya sendiri selaku pelaku pelaku kreatif.


Setiap narasumber memberikan perspektifnya masing-masing terkait bagaimana situasi terkini tentang city branding dari kota Makassar yang merupakan waterfront city.


Saya sendiri membahas terkait pemanfaatan digital untuk mem-branding sebuah kota, saya menceritakan bagaimana pengalaman saya selaku CEO dari Skena yang telah bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintahan.


Salah satu yang saya angkat pada diskusi ini adalah kerjasama yang saya dan tim lakukan dengan dinas pariwisata yaitu pembuatan sticker GIF. Ini merupakan salah satu bentuk branding yang dilakukan oleh dinas pariwisata agar bisa mendapatkan positioning yang kuat.


Terbukti stiker GIF tersebut telah mendapatkan impresi jutaan saat ini.


Selain strategi city branding yang itu, saya dan teman-teman di Skena juga mengerjakan projek Augmented Reality pada lorong wisata kota Makassar.


Hal ini merupakan bentuk dukungan atas kegiatan lorong wisata yang menjadi salah satu program unggulan dari pemerintah kota Makassar.


Selain itu salah satu strategi city branding yang pernah saya dan team jalanakan adalah pengoptimalan social media dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 


3 contoh diatas adalah beberapa bentuk strategi city branding yang bisa diterapkan oleh kota-kota yang ada di Indonesia.



Narasumber lain juga memaparkan pandangannya terkait city branding

Nurabdiansyah, S.Pd., M.Sn. Dosen DKV, UNM Makassar yang merupakan salah satu narasumber juga memaparkan pandangannya terkait city branding dari kota Makassar.


Pak abdi sapaannya menyampaikan jikalau Makassar memiliki kota tua yang sangat bisa untuk dimaksimalkan. Kota tua memiliki sejarah yang sangat filosofis sehingga sangat memiliki value untuk dijadikan sebagai salah satu branding dari kota Makassar.


Bahkan beliau mengemukakan kalau Makassar memiliki potensi layaknya Singapura.


“Makassar memiliki potensi seperti singapura ketika kita bisa memaksimalkan peninggalan-peninggalan yang memiliki value sejarah, seperti misalnya kota tua.”


Dilanjut oleh Rahmat Zulfikar yang menyatakan kalau Makassar belum memiliki identitas visual yang jelas dan juga menjelaskan tentang core dari sebuah branding.


FGD berjalan dengan sangat menarik, BRIN dan dari Bappeda juga memaparkan masalah yang ada dan kiami bersama berdiskusi tentang strategi ini.


Output dari penelitian ini nantinya akan berbentuk naskah akademik. Semoga dengan naskah itu dapat memberikan insight yang baik terkait city branding dari waterfront city di Indonesia.


Apabila kamu tertarik berkolaborasi dengan saya dalam event atau mengundang menjadi narasumber silahkan klik button dibawah ya !


Leave a Comment