Begini Cara Mengelola Akun Bisnis di Instagram

Akun bisnis di Instagram memberi kamu akses yang lebih, pada fitur instagram. Akses yang dimaksud di sini antara lain seperti insight dan Instagram ads. 


Kamu tidak wajib menjadi seorang business owner untuk menjadikan akun milikmu sebagai akun bisnis, ketika kamu ingin menjadi content creator-pun sangat disarankan untuk mengubah akun pribadi menjadi akun bisnis.


Membuat akun milikmu menjadi akun bisnis, bertujuan untuk membantu instagram melakukan tracking pada akunmu, sehingga konten-konten mu bisa lebih diarahkan kepada target market yang sesuai.


Berikut adalah beberapa langkah cara mengelola akun bisnis di Instagram.


1. Melengkapi dan menyempurnakan seluruh fundamental seperti username, photo profile, bio hingga highlight akun bisnis Instagram.

Gunakan username yang mudah dieja dan diingat oleh audiens. Pastikan username tersebut otentik menggambarkan produk/jasa yang kamu tawarkan. 


Username ini sangat penting karena ini merupakan hal yang diharapkan menjadi top of mind untuk diingat lebih mudah oleh audiens saat melakukan pencarian.


Selain username, jangan lupa pakai foto profil yang sesuai dan menggambarkan produk/jasa yang kamu jual. Jika akunmu butuh untuk menonjolkan sisi personal branding, gunakan foto diri kamu yang terlihat profesional.


Apabila akun milikmu merupakan akun dari bisnis yang kamu kelola/miliki, maka gunakan logo dari bisnismu sebagai foto profil. Ini juga penting karena selain username, yang menjadi perhatian dari audiens adalah foto profilmu. 


Ketika username dan juga bio instagram sudah aman, selanjutnya kamu bisa mulai untuk mengoptimasi bio Instagram mu.


Optimasi yang dilakukan bisa berupa memilih kategori profil yang sesuai, deskripsikan produk/jasa yang kamu jual, tambahkan CTA button, tambahkan link web/marketplace dan masukan nomor Whatsapp atau email kamu.


Contohnya seperti ini


Akun Bisnis Instagram

Tak hanya sampai di situ, highlight juga menjadi bagian yang sangat penting. Ini bertujuan untuk memberitahukan info-info yang ingin kamu tonjolkan tentang brand-mu kepada audiens.


Beberapa contoh highlight yang saya gunakan untuk bisnis ataupun personal branding saya ;


  1. Testimoni
  2. Menu
  3. Pricelist
  4. Kontak
  5. Info promo
  6. Portofolio
  7. Journey

2. Buat Content plan dan Buat Format Content Secara Beragam

Content plan adalah sebuah perencanaan konten yang biasanya berisi ide atau topik, jenis atau format konten, copy visual, platform yang digunakan, jadwal upload hingga referensi.


Hal ini bertujuan untuk membantu mengarahkanmu menjadi lebih teratur ketika membuat sebuah konten untuk instagram mu. 


Penjelasan tentang content plan yang bisa dengan mudah kamu pelajari, bisa kamu lihat di konten Instagram Skena.



Di Instagram terdapat beberapa format konten seperti single image, carousel dan reels.


Cobalah explore untuk mengetahui audiens lebih tertarik dengan format konten dan copy yang seperti apa.


Hal ini bertujuan agar kontenmu selalu relevan dengan target audiens mu sehingga kontenmu selalu ditunggu-tunggu.


3. Bentuk Tim Sosial Media

Tim sosial media biasanya beranggotakan 2-5 orang, tergantung skala dari akunmu. Role yang wajib ada dalam tim ini adalah content planner, Graphic Designer, dan Content Creator (Videographer dan editor).


Hal ini bertujuan untuk mengefisienkan waktu yang kamu gunakan dan juga mempermudah` kamu mencari ide-ide konten berikutnya.


Ilustrasinya seperti ini ;


Misalnya kamu seorang diri yang mengerjakan semuanya, kamu yang membuat planing,  membuat design, melakukan take video sampai mengedit juga kamu lakukan sendiri.


Kita asumsikan setiap stepnya itu memakan waktu 1 jam, berarti secara tidak langsung kamu menghabiskan waktu 4 jam untuk satu konten saja.


Sedangkan apabila kamu mempunyai tim, pekerjaan ini bisa diparalelkan, sehingga akan menghemat waktu sehingga kamu bisa melakukan kegiatan lain yang juga produktif.


Mungkin banyak dari kalian yang berpendapat, apabila membuat tim in house tentu saja biayanya akan membengkak.


Yap, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi. Maka dari itu tak sedikit dari business owner yang bekerja sama dengan agency untuk mengurus media sosialnya agar cost yang dikeluarkan bisa lebih ditekan.


4. Jadwalkan Proses Produksi dan Konsistenkan Sesuai Jadwal

Proses produksi yang dimaksud disini adalah melakukan riset pada kontennya, melakukan brainstorming, pengambilan video, proses desain, editing dan uploadnya. Hal ini bertujuan agar proses yang kamu lakukan, bisa lebih tertata.


Berbeda dengan content plan yang tadi, poin kali ini akan lebih membahas terkait penentuan waktu yang tepat dimana kamu harus melakukan aktivitas produksi.


Sehingga tim social media mu bisa mempersiapkan kebutuhan konten pada saat tanggal tersebut. 


Hindari sesuatu yang tiba-tiba dan tidak terencana dalam proses pembuatan konten di akun bisnis, sebab kemungkinan besar hasilnya akan kurang maksimal jika dibandingkan dengan sesuatu yang kamu rencanakan.


Kalau di tengah jalan kamu menunda-nunda jadwal produksi, besar kemungkinan seterusnya bakal berantakan.


Supaya proses tetap teratur, kamu bisa pakai project management, seperti Notion biar koordinasi kamu makin mudah.


Saya dan tim Skena selalu menggunakan notion untuk project-project yang kami jalankan.


5. Rutin Cek Konten Viral

Konten viral adalah konten yang menjadi pembicaraan publik pada momen itu hingga ramai diikuti. Biasanya audiens akan senang disuguhkan konten ini dikarenakan masih terbawa hypenya.


Kamu bisa mengumpulkan ide konten mu dari topik yang sedang viral atau trending. Kamu juga bisa save sound yang lagi viral untuk kamu gunakan di reels mu.


Saya dan tim Skena selalu mempraktekan ini, berikut beberapa contohnya ;



Pada tanggal 17 agustus merupakan hari kemerdekaan indonesia, momen yang sudah pasti ramai dibahas di dunia maya.


Mulai dari upacara pengibaran bendera, pakaian yang digunakan, hingga penampilan artis yang diberikan kesempatan tampil di istana.


Melihat antusiasme itu, saya juga ikut pada hype dari momen ini. Namun, karena niche saya adalah dunia kreatif dan tech maka saya membahas dari sisi logo HUT RInya.


Jadi walaupun kita harus ikut hype pada konten viral, jangan pernah membuat konten yang bukan merupakan konten pillar kamu.


Baca juga : Cara membuat Video Script


6. Analisis Performa Akun

Konten kamu udah di-upload bukan berarti tugas kamu sudah selesai. Kamu harus menganalisa performa akun dan melaporkannya kepada kepala divisi atau pemilik bisnis.


Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah konten yang kamu buat itu memenuhi goals / key metrics kamu. Misalnya saja key metrics-mu adalah mendapatkan engagement rate sebesar 5%, nah kamu harus melihat apakah konten telah mendapatkan 5% itu atau belum melalui insight Instagram. 


Hasil insight analytics ini juga bisa menjadi acuan untuk membuat konten selanjutnya.


Untuk mengetahui bagaimana analisis performa akun ini, kamu bisa check pada konten yang ada di skena ya, berikut link nya :


Untuk menjalankan akun instagram bisnis memang tidak mudah. Namun, bukan juga sesuatu yang mustahil.


Dari segi biaya, tenaga dan waktu memang menjadi harga yang harus dibayarkan. Maka dari itu tak sedikit yang mendelegasikan pengerjaan social media ini kepada pihak ketiga seperti Skena Digital Creative Agency.


Saya dan tim di Skena sudah mengerjakan banyak sekali project social media, bisa dilihat disini.


Jika anda tertarik untuk bekerjasama, silahkan click button yang ada dibawah.


Terima kasih dan terus great upgrade !


Leave a Comment